Kamis, 15 November 2018

Silky Pudding, Enak!

SETELAH menyantap makanan bersantan di hari Lebaran, ingin rasanya menikmati yang segar-segar. Puding bisa jadi pilihan kamu, tepatnya puding lembut silky pudding.
Seperti namanya, tekstur yang amat sangat lembut menjadi ciri khas dari sajian makanan penutup manis satu ini. Berbeda dengan puding biasanya, silky pudding ini tidak padat atau tidak set, sehingga cara menikmatinya harus dengan disendok. Rasa dari silky puding ini bervariasi. Warnanya yang cenderung pastel dan lembut membuat siapa saja yang melihat tak sabar ingin langsung menyantapnya.
Yuk, bikin!


RESEP SILKY PUDDING

BAHAN-BAHAN
Jelly rasa leci - 1 sachet
Susu kental manis - 1 kaleng
Air - 1 liter
Tepung maizena, larutkan dengan air - 1 sdm
Pewarna makanan - secukupnya
Garam - 1/2 sdt

CARA MEMBUAT
1. Campur susu, garam, air dan jelly.
2. Masak di api kecil sambil diaduk agar tidak menggumpal.
3. Setelah mendidih masukan larutan meizena kemudian aduk hingga merata, masak sebentar saja.
Berikan pewarna makanan sesuai selera. Aduk rata.

4. Tuang ke dalam cup. Dinginkan.(*)

Kipas

Kipas mempunyai sejarah yang panjang dalam budaya Tionghoa. Sejak zaman lampau, melewati dinasti demi dinasti, fungsi dari kipas juga mengalami perubahan. Kipas awalnya digunakan untuk menutupi mata dari terik matahari dan terpaan angin yang kadang meniupkan debu, sekaligus berfungsi sebagai pengusir rasa gerah dengan cara mengipas-ngipaskan angin. Kemudian, para seniman mulai menghias kipas, menuliskan puisi dan melukis diatas kipas. Secara perlahan, berkembanglah budaya di atas kipas. Lukisan diatas kipas dimulai pada Dinasti Samkok.


Menurut buku “Sejarah Lukisan Terkenal” yang ditulis Yan Yuan Zhang dari Dinasti Tang, Buo Yang, yang merupakan kepala penulis sejarah dalam dinasti tersebut, pertama kali ada lukisan di atas kipas yang dibuat untuk Cao Cao. Kejadiannya juga adalah karena ketidaksengajaan, ia menjatuhkan setetes tinta hitam diatas kipas. Untuk menyembunyikannya, ia menggambar seekor lalat diatas kipas itu. Meskipun ia berpikir gambarnya kurang bagus, namun Cao Cao tidak menemukan kecacatan dalam kipas yang dibuat untuknya itu, dan berpikir bahwa kipas bergambar itu unik. Dimulai pada zaman Dinasti We Jing, penulisan sajak dan lukisan diatas kipas menjadi suatu mode dan diturunkan dari dinasti demi dinasti.


Ada kisah terkenal mengenai ahli kalirafi Xi Zhi Wang dari Dinasti Dong Jing. Xi Zhi Wang adalah orang pertama yang menulis kaligrafi diatas kipas dan hal ini terdokumentasi dalam sejarah. Buku sejarah dinasti Jing: “Biografi Xi Zhi Wang” menceritakan sebuah kisah saat Xi Zhi Wang datang ke kota Shao Xin dan melihat seorang wanita tua membawa lebih dari 10 kipas bambu berbentuk heksagonal (segi enam) yang ingin dijualnya ke pasar. Xi Zhi Wang merasa kasihan kepada wanita tua itu dan bertanya kepadanya, “Berapa harga kipasnya, Bu?” “20 Wen”, kata wanita tua itu. Xi Zhi Wang mengambil kuasnya dan menulis 5 karakter pada kipas-kipas itu dan berkata kepadanya, “Katakan kepada orang-orang bahwa Wang yang menulis huruf-huruf ini diatas kipas, maka ibu bisa menjual setiap kipas ini seharga 100 Wen.” Kemudian wanita tua ini pergi ke pasar dan mengatakan kepada setiap orang tentang hal tersebut. Tak disangka, banyak orang membeli kipas itu, tak lama kemudian sudah ludes terjual. Untuk mengenang kisah ini, di kota Shao Xin, Provinsi Zhejiang, ada jembatan bernama “Jembatan Kipas Kaligrafi” yang terletak di dekat Gunung Chi, inilah tempat dulu dimana Xi Zhi Wang menulis kaligrafi diatas kipas untuk pertama kalinya.

Selama pemerintahan Dinasti Shui dan Dinasti Tang, kipas diproduksi dengan sangat elegan dan memiliki banyak variasi. Yang paling populer saat itu adalah kipas sutera, kipas bulu dan kipas kertas. Kaisar Tai Zhong dari Dinasti Tang juga terkenal akan kepiawaiannya melukis kaligrafi diatas kipas. Pada festival perahu naga, dia sendiri menulis kaligrafi diatas kipas untuk diberikan sebagai cenderamata bagi para menteri yang hadir. Menurut buku “Sejarah Tang”, kipas itu bukan hanya berfungsi sebagai cenderamata, melainkan juga untuk mengenang mereka yang telah wafat. Setelah era dinasti Tang berlalu, tradisi ini diturunkan ke era Dinasti Song, Ming dan Qing. Sampai sekarang, penulisan kaligrafi diatas kipas masih tetap populer.

Dari kisah diatas, kita dapat melihat bahwa kipas Tiongkok, juga sama seperti busana tradisional dan lukisan Tiongkok, atau ajaran tradisional seperti “bakti anak kepada orangtua”, “keadilan”, “kepercayaan”, “kebaikan” memiliki peran penting dalam budaya Tionghoa. Selain digunakan dalam fungsi dasarnya atau sebagai dekorasi bagi wanita atau kaum terpelajar, kipas juga digunakan sebagai pelengkap pentas untuk Ping Tan (pembacaan cerita Tiongkok, biasanya dipadukan dengan instrumen musik tradisional), opera teatrikal Tionghoa, tarian dan Quyi (pembacaan cerita dengan musik dan peragaan). Bila kita memikirkannya, banyak sajak umum mengenai kipas, seperti sajak terkenal dibawah ini:

“Mengibaskan kipas bulu dan saputangan sutera, dia bercanda dan tersenyum, menyingkirkan kapal-kapal musuh yang menerbangkan debu dan asap.” Sajak ini menggambarkan kepercayaan diri.

“Memegang kipas bundar sambil membungkuk dengan menepukkan tangan adalah seperti menggenggam bulan purnama, mengibaskan kipas untuk mendapatkan hembusan angin.” Sajak ini menggambarkan kecermatan dan keanggunan.

Sajak-sajak diatas mengilustrasikan bahwa kipas digunakan dengan gaya anggun selama 5000 tahun sejarah Tiongkok.

Saat kini, tour budaya tionghoa keliling dunia Divine Performing Arts (Shen Yun) telah mengangkat kembali nilai budaya tionghoa ke seluruh dunia. Dari feedback penonton, kita mengetahui bahwa khalayak menyukai bangkitnya kembali budaya luhur dari surga ini.
Salah satu tarian berjudul “Dengan Bahagia Menyambut Mekarnya Musim Semi” menggunakan kipas yang ditarikan secara elegan oleh para penari. Kipas-kipas indah itu kemudian berubah menjadi mekarnya kuntum bunga. Banyak orang setelah menyaksikan tarian ini mendalami maknanya, yaitu semua hal yang baik dimulai dari kebaikan hati. Kebaikan hati adalah sebuah berkah yang harus kita teruskan kepada orang lain. Apabila kita memperlakukan orang lain di sekeliling kita dengan buruk, kita tak dapat berharap bahwa mereka dapat memperlakukan kita dengan baik.

Dengan menyaksikan tarian Shenyun yang mengandung makna nilai-nilai tradisional Tiongkok, saya berpikir bahwa simbol dari karakter Tiongkok “Kebaikan” dan “Kipas”. Dalam bahasa Tionghoa, kedua karakter ini mempunyai bunyi yang sama. “Kipas” menggambarkan kebutuhan sehari-hari yang berfungsi juga sebagai keindahan. Masyarakat telah lama menggunakannya, telah menjadi suatu bentuk budaya. “Kebaikan” adalah sifat alami manusia, ia adalah elemen jiwa terdalam. Karena polusi dari masyarakat modern, sifat alami ini telah terkubur. Kini yang kita saksikan adalah manusia-manusia egois yang mengedepankan kepentingan dirinya dan keluarganya semata, jauh dari nilai-nilai kebaikan universal.

Saat saya menyaksikan tarian kipas Shenyun ini, terasa hembusan angin segar di hati, bagaikan menghapus unsur negatif didalam diri. Bagaikan ribuan bunga mekar bersamaan, menyebarkan kebahagiaan. Saya merasakan penari-penari tersebut dengan menggunakan langkah kaki yang selembut bulu, mengalir bagaikan air, kipas yang bagaikan bunga, mengirimkan pesan kebaikan kepada orang-orang.
Sebagai penutup, saya mengingat kembali budaya pernikahan di tempat tinggal saya. Ada sebuah aturan, yakni setelah pasangan pengantin meninggalkan orang tua mereka menuju rumah mereka sendiri, begitu mereka mulai berjalan, mereka akan melakukan hal ini: mereka akan meninggalkan kipas mereka di depan rumah mereka. Dalam dialek Ming Nan, karakter "kipas" dan "nama belakang" juga mempunyai bunyi yang sama. Setelah itu, sang isteri akan mengambil belakang suaminya untuk diletakkan didepan namanya sendiri, janji mereka akan hidup setia selamanya.

Ayam Shihlin

Chicken fillet kini masih memiliki pasar tersendiri di jagat kuliner Asia. Salah satu pendatang dari negeri Taiwan adalah Shihlin Taiwan Street yang hadir di Indonesia sejak 2007. Bisnisnya pun kini semakin eksis.
Dalam beberapa tahun belakangan camilan khas dari beberapa negara Asia menjadi tren di dunia kuliner di dalam negeri. Salah satunya camilan dari Taiwan. Dari sejumlah brand asing yang gencar berekspansi di Indonesia, Shihlin Taiwan Street Snacks menjadi gerai camilan khas Taiwan yang sudah cukup lama eksis.
Di bawah bendera PT Jaya Wira Jerindo, Shihlin Taiwan Street Snack menyuguhkan berbagai macam jenis jajanan ala street food Taiwan yang menggunakan bahan baku ayam krispi dan bumbu khas yang dibuat oleh mereka. Menu yang ditawarkan Shihlin antara lain, rice box disajikan dengan nasi tofu dan potongan chicken crispy dan saus Shihlin‎, olahan Mee Sua, sajian tempura, dan yang terakhir XXL Fried Chicken Crispy dengan tiga rasa yaitu original, barbeque, dan Seeweed yang merupakan menu paling banyak dipesan.
Sebagai master franchise yang Beroperasi sejak tahun 2007 di Indonesia, pada saat yang bersamaan, Shihlin mulai menawarkan kemitraan di dalam negeri. Saat ini total gerai Shihlin ada 70 gerai yang tersebar di Jakarta, Bandung, Batam, Depok, dan Balikpapan. Rinciannya, 20 gerai milik pusat dan sisanya milik mitra.
Konsep Shihlin Taiwan Street Snacks ini adalah gerai cepat saji yang menyediakan menu utama ayam fillet crispy. Kemasan kertas bisa dibawa-bawa khas street snacks.
Calon mitra harus merogoh kocek minimal Rp 700 juta. Nilai investasi tersebut sudah termasuk fasilitas desain interior, peralatan masak lengkap, booth, bahan baku awal saus dan ayam serta kemasan, dan alat penunjang promosi seperti neon box, brosur. Kerjasama berlangsung selama lima tahun. Setelah masa kontrak selesai, biaya perpanjangan kerjasama akan dinegosiasikan dengan manajemen. Biaya royalti 5% Menu yang ditawarkan antara lain XXL chicken, crispy floss egg crepe, sausage cheese egg crepe, mushroom cheese egg crepe, dan seafood tempura. Harga menu mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per porsi.
Calon franchisee harus menyiapkan lahan minimal 20 m² dengan SDM tiga orang karyawan. Pusat menetapkan biaya royalti sebesar 5% dari omzet tiap bulan. Selain itu, mitra harus memasok bahan baku utama berupa fillet ayam yang tinggal digoreng, bumbu dan kertas kemasan. Ian mengklaim, kelebihan ayam fillet Shihlin adalah rasa bumbu yang meresap dan menu yang selalu dalam kondisi renyah.

Budidaya Jagung

Jagung merupakan tanaman pangan kedua setelah padi. Namun samoai saat ini untuk memnuhi kebutuhan akan jagung kita masih harus mengimpor dari luar negeri karena produksinya belum mencukupi. Padahal ketersediaan lahan budidaya masih luas. Untuk menghasilkan produksi jagung yang tinggi diperlukan teknik budidaya jagung yang tepat.


Yang perlu diperhatikan dalam budidaya tanaman jagung adalah:
# Tempat bertanam
Di Indonesia, jagung dapat ditanam di dataran rendah maupun tinggi. Lahan tempat bertanam akan berpengaruh terhadap perencanaan tanam
# Benih
Benih sebagai bahan utama atau modal pokok dalam budidaya jagung juga harus dipersiapkan. benih yang diperlukan biasanya dikaitkan dengan tujuan dan perencanaan penanaman
# Alat dan Tenaga Kerja
Manusia turut campur tangan dalam usaha penanaman hingga berproduksi, maka pencurahan tenaga memiliki arti penting di dalam proses budidaya jagung. Jumlah tenaga yang dibutuhkan bisa digantikan dengan alat atau mesin untuk mengintensifkan kerja


Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam budidaya jagung adalah sebagai berikut:

1. Pengolahan tanah

Mengolah tanah untuk media pertanaman dilakukan dengan cara membalik tanah dan memecah bongkah tanah agar diperoleh tanah yang gembur sehingga keadaan aerasi dapat diperbaiki.

2. Penanaman

Jagung ditanam untuk diambil hasilnya. Oleh karena itu penanaman jagung perlu memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harapan produksi yang akan diperoleh. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan antara lain: waktu tanam, jarak tanam, cara menanam jagung, dll

3. Perawatan dan Pemupukan

Seperti tanaman budidaya yang lain, jagung juga perlu dirawat dan dipupuk supaya hasil panennya maksimal. Perawatan tanaman jagung bisa berupa  membuang tanaman gulma yang ada di sekitar tanaman jagung, irigasi yang baik, serta pemberian pupuk sesuai kebutuhan.

4. Penentuan waktu panen

Hasil panen jagung tidak semua berupa jagung tua atau matang fisiologis, tergantung dari tujuan panen. Penentuan waktu panen untuk jagung tergantung dari jenis jagung yang ingin didapatkan, yaitu baby corn, jagung untuk sayur/rebus, dan biji kering

Perangkat Lunak

Istilah Reakayasa Perangkat Lunak (RPL) secara umum disepakati sebagai terjemahan dari istilah Software engineering. Istilah Software Engineering mulai dipopulerkan pada tahun 1968 pada software engineering Conference yang diselenggarakan oleh NATO. Sebagian orang mengartikan RPL hanya sebatas pada bagaimana membuat program komputer. Padahal ada perbedaan yang mendasar antara perangkat lunak (software) dan program komputer.
Perangkat lunak adalah seluruh perintah yang digunakan untuk memproses informasi. Perangkat lunak dapat berupa program atau prosedur. Program adalah kumpulan perintah yang dimengerti oleh komputer sedangkan prosedur adalah perintah yang dibutuhkan oleh pengguna dalam memproses informasi (O’Brien, 1999).
RPL sendiri adalah suatu disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal yaitu analisa kebutuhan pengguna, menentukan spesifikasi dari kebutuhan pengguna, disain, pengkodean, pengujian sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan. Dari pengertian ini jelaslah bahwa RPL tidak hanya berhubungan dengan cara pembuatan program komputer. Pernyataan ”semua aspek produksi” pada pengertian di atas, mempunyai arti semua hal yang berhubungan dengan proses produksi seperti manajemen proyek, penentuan personil, anggaran biaya, metode, jadwal, kualitas sampai dengan pelatihan pengguna merupakan bagian dari RPL.

TUJUAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Secara umum tujuan RPL tidak berbeda dengan bidang rekayasa yang lain. Hal ini dapat kita lihat pada Gambar di bawah ini.
Dari Gambar di atas dapat diartikan bahwa bidang rekayasa akan selalu berusaha menghasilkan output yang kinerjanya tinggi, biaya rendah dan waktu penyelesaian yang tepat. Secara lebih khusus kita dapat menyatakan tujuan RPL adalah:
  • Memperoleh biaya produksi perangkat lunak yang rendah
  • Menghasilkan perangkat lunak yang kinerjanya tinggi, andal dan tepat waktu
  • Menghasilkan perangkat lunak yang dapat bekerja pada berbagai jenis platform
  • Menghasilkan perangkat lunak yang biaya perawatannya rendah

RUANG LINGKUP

Sesuai dengan definisi yang telah disampaikan sebelumnya, maka ruang lingkup RPL dapat digambarkan sebagai berikut:


  • Software Requirements berhubungan dengan spesifikasi kebutuhan dan persyaratan perangkat lunak
  • Software Desain mencakup proses penampilan arsitektur, komponen, antar muka, dan karakteristik lain dari perangkat lunak
  • Software Construction berhubungan dengan detail pengembangan perangkat lunak, termasuk algoritma, pengkodean, pengujian dan pencarian kesalahan
  • Software Testing meliputi pengujian pada keseluruhan perilaku perangkat lunak
  • Software Maintenance mencakup upaya-upaya perawatan ketika perangkat lunak telah dioperasikan
  • Software Configuration Management berhubungan dengan usaha perubahan konfigurasi perangkat lunak untuk memenuhi kebutuhan tertentu
  • Software Engineering management berkaitan dengan pengelolaan dan pengukuran RPL, termasuk perencanaan proyek perangkat lunak
  • Software Engineering Tools And Methods mencakup kajian teoritis tentang alat bantu dan metode RPL
  • Software Engineering Process berhubungan dengan definisi, implementasi pengukuran, pengelolaan, perubahan dan perbaikan proses RPL
  • Software Quality menitik beratkan pada kualitas dan daur hidup perangkat lunak